KACANG MERAH EDOM
Kejadian 36:1-8
Dalam berbagai budaya, nama mengandung makna, harapan, dan doa orangtua bagi anaknya. Nama juga dapat mencerminkan peristiwa, kondisi fisik, serta terkait erat dengan spiritualitas. Esau adalah nama yang diberikan Ishak kepada anak kembarnya, yaitu kakak dari Yakub. Esau juga disebut Edom, yang berarti “merah” karena ia dilahirkan dengan kulit berwarna kemerahan. Bukan suatu kebetulan pula bahwa Esau menjual hak kesulungannya kepada adiknya, Yakub, dengan semangkuk kacang merah. Pada akhirnya, keturunan Esau menetap di tanah Seir, yang kemudian dikenal sebagai tanah Edom yang berwarna kemerah-merahan.
Peristiwa penjualan hak kesulungan dengan semangkuk kacang merah, keputusan mengambil istri-istri dari bangsa Kanaan, serta pilihan untuk memisahkan diri dan bermukim jauh dari rumah ayahnya untuk mengembangkan usahanya, semuanya itu mencerminkan tabiat Esau. Ia tidak menaruh perhatian pada perkara-perkara prinsip sebagai bagian dari keturunan yang terikat dalam perjanjian dengan Allah. Apa dampaknya? Sejarah kemudian mencatat bahwa dari keturunan Edom lahir Herodes Agung, yang memusuhi umat Allah.
Di sekitar kita pun terdapat banyak “semangkuk kacang merah” yang dapat menggoda kita untuk menukarkannya dengan perkara-perkara prinsip. Kisah Edom menjadi pelajaran yang berharga: jangan pernah menukarkan apa yang kekal dengan kenikmatan sesaat. Akibatnya bisa sangat fatal. (Wasiat)
DOA: Ya Bapa, jauhkanlah kami dari pencobaan. Berilah kami keberanian untuk berpegang teguh pada prinsip-prinsip iman yang benar. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.